Hasil Quick Count Pilihan Gubernur Riau 2018

Hasil Quick Count Pilihan Gubernur Riau 2018 ~ Provinsi Riau memiliki banyak keanekaragaman budaya dan juga kekhasan daerah, “lubuk” dan “padang” yang dimiliki juga berbeda-beda karena kelompok etnis yang ada di Riau juga memiliki banyak keragaman. Sehingga masing-masing wilayah atau daerah memiliki prefensi politik dan tokoh yang berbeda juga.


Provinsi Riau yang bertajuk  “Lancang Kuning” ini juga memilki keragaman dari peta politik. Riau memiliki gubernur yang didominasi oleh Partai Golkar dan memiliki keunikan tersendiri. Provinsi yang kayak akan minyak ini sangat dipengaruhi oleh isu  kesukuan dan juga isu kedaerahan, hal ini berarti loyalitas dari kesukuan dan kedarahan di Riau akan mengalahkan loyalitas partai politik.

Berbicara tentang Pilihan Gubernur atau disingkat dengan Pilgub, Riau memiliki beberapa calon yang akan maju di Pilgub Riau 2018.  Saat ini peta politik Pilgub di Riau telah tersisa 4 partai yang belum menyatakan koalisi untuk menentukan pasangan balon atau bakal calon Gubernur atau “Cagub” dan juga Calon Wakil Gubernur “Cawagub” yang dimilikinya. Keempat partai ini akan hanya mengusung dua pasangan. Hal ini berarti bahwa akan ada bakal calon Gubernur dan Wakil yang gugur karena tidak medapat parahu politik.

Partai-partai tersebut adalah Partai Gerindra sebanyak 7 suara dan juga Partai Demokrat dengan 9 Suara. Hingga pada hari Minggu (07/01/2018) siang itu belum juga menentukan siapakah yang hendak mereka usung dalam Pilgub Riau nanti. Selain itu, ada parti PKB sebanyak 6 suaru yang memberikan dukungan pada Lukman Edy dan juga Partai PPP memiliki 5 kursi untuk memberikan dukungan pada Firdaus Wali Kota Pekanbaru yang berpasangan dengan Rusli Effendi yang merupakan kader PPP.

Meskipun PPP dan PKB telah menentukan siapa calonnya, akan tetapi hal tersebut tidak dapat disungkan sendiri, PPP dan PKB harus melakukan koalisi dengan Partai Demokrat untuk mencukupi persyaratan yakni 13 kursi pada DPRD Riau. Saat ini posisi dari Partai Demokrat akan menjadi rebutan karena adanya 9 kursi yang dimilki untuk koalisi dengan partai sisa yang ada telah mencukupi.

Sedangkan pada posisi partai Gerindra yang memiliki 7 suara di posisi kedua setelah partai Demokrat. Partai Gerindra hanya dapat mengajukan kandidat yang dimiliki jika mau berkoalisi dengan PKB yang memiliki 6 suara. Karena jika Gerindra berkoalisi dengan PPP maka jumlahnya hanya 12 kursi, hal tersebut tidak memenuhi persayartan pencalonan karena syarat pencalonan harus memiliki 13 kursi.

Maka dengan sisa partai yang ada yakni, PKB, Demokrat, PPP dan juga Gerindra maka akan menghasilkan dua bakal calon Gubernur saja. Jadi saat ini terdapat 4 calon Gubernur Riau yang memiliki nasib belum jelas yakni Harris dan Achmad serta Lukman Edy dan Firdaus. Keempat nama Cagub tersebut dapat dipastikan bahwa ada dua orang yang gugur karenta tidak mendapat perahu dari partai lain.

Partai Glokar yang memiliki 13 suara telah aman karena telah berkoalisi dengan partai DIP dengan 7 suara dan juga partai Hanura dengan 2 suara akan mengusung calon Guberner yakni Arsyadjuliandi Rachman dan Bupati Rohil Suyatno. Ada juga pasangan yang diusung oleh NasDem, PAN, dan PKS yakni dari Bupati Siak Syamsuar yang bergandengan dengan Brigjen Edi Nasution seorang Komandan Korem 031 Wira Bima.

Hasil Quick Count 4 Calon Pilihan Gubernur Riau 2018

Pada hari Jumat 12 Januari 2018 kemarin, Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau tahun 2018 telah menjalani tes psikologi di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru di Lantai 5. 4 balon cagub tersebut menjalani tes pertama yakni tes psikologi yang dilaksanakan secara tertutup. Dengan mengenakan pakaian yang serempak yakni kemeja berwarna putih. Tes Psikologi dilaksanakan dari pukul 08.05 WIB hingga pukul 11.15 WIB dengan posisi kursi duduk peserta dipisah agar tim penguji mudah dalam menyodorkan soal dan mengawasi jalannya tes. Selama tes berlangsung, peserta mengerjakan dengan serius dan teliti.

Setelah Tes Psikologi, akan ada tes selanjutnya yakni tes kesehatan yang akan berlangsung selama dua hari yakni pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 12-13 Januari 2018. Tes Kesehatan untu Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur ini dibagi menjadi dua sesi yakni pada sesi pertama di hari Jumat, merupakan tes psikologi dan juga tes psikiatri atau tes kesehatan jiwa. Tes tersebut dilakukan melalui wawancara secara tatap muka. Pada tes Psikologi akan berlangsung selama tiga jam, sedangkan tes kejiawaan akan berlangsung selama 3 jam juga. Keempat calon tersebut akan melakukan tes secara bergantian tidak langsung secara bersamaan.

Dan pada hari kedua akan dilakukan tes fisik, termasuk dalam pemeriksaan dan juga urine. Seluruh tim yang telah terlibat dalam tes bakal calon gubernur dan juga wakil gubernur tersebut berasal dari IDI, Himpsi, dan BNNP Riau. Seluruh petugas bekerja secara profesional dan juga independen dan telah memiliki kemampuan pada bidangnya.

Hasil Quick Count Pilihan Gubernur Riau 2018

Bawaslu atau Badan Pengawas Pemilu Riau menyatakan bahwa M Noer, Sekda Pemkot Pekanbaru tak netral pada Pilgub Riau kali ini. Sekda M Noer tersebut tidak memenuhi panggilan Bawaslu selama dua kali.

Ketidakhadiran M noer tersebut membuat Bawaslu memutuskan untuk menggelar rapat pleno mengenai tidak netralnya M noer pada pelaksaan Pilkada. Hasil dari rapat tersebut menyimpulkan bahwa M Noer telah melanggar PP 42/2004 tentang ASN, PP 53 Tahun 2010, UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan juga Surat Menpan RB Nomor 71 Tahun 2017. Kesimpulan tersebut dibuat karena adanya sejumlah bukti.

Rusidi Rusdan Libis (Ketua Bawaslu Riau) menyatakan bawha Sekda M Noer tersebut bukan dikenakan pelanggaran UU pilkada karen belum sampai pada tahap kampanye, namun mengenai etika M Noer sebagai ASN yang tidak Netral. Dari pelanggaran tersebut, Bawaslu telah mengirimkannya ke empat lembaga negara yakni, Komisi ASN, Irjen Kemdagri, Menpan RB dan BKN. Keputusan dalam mengambil tindakan atas pelanggaran etika tersebut ada pada empat lembaga negara, bukan pada Bawaslu.

Hasil Quick Count Andi Rachman-Suyatno Pilgub Riau 2018

Pada hari Rabu (10/01/2018), pasangan Calon Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan pasangannya Suyatno mendatangi KPU Pekanbaru dengan menaiki bentor atau becak motor. Pasangan ini mendaftar dengan diarak oleh banyak pendukung partai pengusung melalui parade budaya.

Kedua pasangan ini juga membawa istrinya masing-masing, pasangan ini menggenakan kemeja dan juga celana putih dengan balutan kain songket khas Melayu Riau, dengan duduk di pelaminan bersama sang istri. Pasangan Arsyadjuliandi Rachman dan Suyatno yang didukung oleh partai PDIP, Golkar dan juga Hanura ini menjadi kandidat ketiga yang telah mendaftar ke KPU. Dengan pasangan pertama yang telah mendaftar adalah Syamsuar-Brigjen Edy Nasution dengan dukungan parti NasDem, PAN dan PKS dan pasangan kedua yang mendaftar adalah Firdaus-Rusli Effendi yang didukung oleh Partai Demokrat dan PPP.

Pilihan Gubernur 2018 ini tidak hanya dilakukan di provinsi Riau namun juga ada Pilgub Kalimantan Tmur 2018 yang telah bersiap untuk melakukan kompetisi ini.

Pemenang Sementara Hasil Quick Count Pilgub Riau 2018

Apakah Anda warga Riau ? Sudah tahukah Anda siapa saja kandidat calon gubernur dalam Pilgub Riau 2018 ? Kalau belum, Anda bisa membaca artikel di bawah ini !

Dalam Pilgub Riau 2018 yang akan datang, sejumlah pejabat publik yang masih aktif sebagai kepala daerah ikut berpartisipasi menjadi kandidat calon gubernur. Tercatat ada 4 kandidat calon gubernur yang akan maju dalam pilkada nanti. Keempat kandidat tersebut diusung oleh tokoh nasional, tokoh masyaratak Riau, ketum partai politik, dan anggota legislatif.

Untuk dapat berpartisipasi dalam pesta demokrasi Pilgub Riau 2018, yang akan dilaksanakan serentak pada 27 Juni, setiap pasangan calon gubernur harus memiliki 13 kursi dari total 65 kursi anggota DPRD Riau 2014 sampai 2019.

Nama calon gubernur Pilgub Riau 2018

1. Arsyadjuliandi Rachman – Suyatno

Arsyadjuliandi atau sering disapa Pak Andi adalah Gubernur Riau yang sedang menjabat. Beliau didaulat oleh Partai PDI Perjuangan untuk kembali mendaftar menjadi gubernur pada Pilgub Riau 2018 didampingi oleh Suyatno. Suyatno sendiri sekarang masih menjabat sebagai Bupati Rokan Hilir (Rohil).

Pasangan pertama ini didukung oleh koalisi partai Golkar, PDI Perjuangan, Hanura, dan PKPI. Partai Golkar memiliki 14 kursi di DPRD Riau, disusul dengan PDI Perjuangan yang memiliki 9 kursi, dan Hanura dengan 2 kursi. Sehingga terdapat 25 kursi yang mendukung pasangan ini.

2. Firdaus – Rusli Effendi

Berdasarkan Surat Keterangan (SK) No. 776/DPP.PD/I/2018  yang dikeluarkan oleh Pimpinan Pusat Partai Demokrat, menyatakan bahwa partai Demokrat akan mendukung Firdaus sebagai calon gubernur dan Rusli Effendi sebagai wakilnya. Pasangan ini juga didukung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Firdaus adalah kader partai Demokrat yang saat ini sedang menjabat sebagai Wali Kota Pekanbaru, sedangkan Rusli Effendi sendiri adalah kader dari PPP. Di legeslatif, partai Demokrat memiliki 9 kursi untuk mendukung pasanga Firdaus – Rusli dan PPP mengenapi hingga angka 13 suara.

3. Syamsuar – Edy Nasution

Pasangan calon gubernur selanjutnya adalah Syamsuar – Edy Nasution. Syamsuar adalah Bupati Siak yang menjabat dua periode dan Brigjen Edy Nattar Nasution sedang menjabat sebagai Komandan Komando Resor (Korem ) 031 Wira Bima, Pekanbaru, Riau. Pasangan ini merupakan paslon Gubernur Riau yang pertama mendaftar di KPU Riau.

Paslon Syamsuar – Edy Nasution diudung oleh koalisi dari tiga partai politik, yaitu PAN, Nasdem, dan PKS. Jumlah pendukung sebanyak 13 kursi atau 20% di legeslatif sudah terpenuhi untuk mendukung pasangan ini. PAN sendiri memiliki 7 kursi di legeslatif, ditambah masing-masing 3 kursi dari Partai NasDem dan PKS.

4. Lukman Edy – Hardianto

Pasangan yang terakhir mendaftar menjadi calon Gubernur Riau adalah Lukman Edy yang didampingi oleh Hardianto. Paslon ini diusung oleh PKB dan Partai Gerindra sesuai dengan Surat Keterangan (SK) persetujuan yang ditandatangani oleh Ketua Umum PKB H. A. Muhaimin Iskandar dan Sekjen H. Abdul Kadir Karding.

Lukman Edy adalah anggota DPR RI putra Kab. Indragiri Hilir dan pasangannya Hardianto adalah anggota DPRD Riau putra Kab. Bengkalis. Lukman – Hardianto memiliki modal dukungan 6 kursi legislative dari PKB dan 7 kursi dari Partai Gerindra.

Lihat juga Hasil Quick Count Pilgub Sumut 2018.

Dalam Pilgub Riau 2018, keempat paslon Gubernur Riau sudah membentuk tim kampanye yang terdiri dari Ketua umum partai, tokoh pejabat negara maupun daerah, legislatif dan kader parpol untuk mensukseskan acara pilkada nanti.  Dalam kampanye Pilgubri (Pemilihan Gubernur Riau) 15 Februari mendatang, ketiga paslon (Firdaus – Ruslan Effendi, Syamsuar – Edy Nasution, dan Lukman Edy – Hardianto) akan menunjuk tokoh sebagai Ketua Tim Pemenangan. Berbeda dengan yang lain, Arsyadjuliandi akan maju sendiri menjadi Ketua Tim Pemenangan.



Proses menunggu data perhitungan suara yang masuk, silahkan kembali sesaat lagi.

Description
: Hasil Quick Count Pilihan Gubernur Riau 2018
Rating
: 4.5
Reviewer
: Windari Sanjaya
ItemReviewed
: Hasil Quick Count Pilihan Gubernur Riau 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar