Hasil Quick Count Pilgub NTT 2018

Hasil Quick Count Pilgub NTT 2018 ~ Menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgup) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2018 sudah mulai muncul nama – nama bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan ikut bersaing merebutkan kursi Kepala Daerah NTT. Setelah dibuka pendaftaran selama tiga hari, Ketua KPU NTT telah menemukan sebanyak empat pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang telah memenuhi syarat perolehan kursi di DPRD NTT yaitu 13 kursi. Tidak hanya itu, propinsi lain seperti NTB, Kaltim dan Maluku Utara juga melangsungkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.


Sesuai aturan, partai yang berhak mengajukan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yaitu yang mempunyai kursi di DPRD. Dan untuk partai yang tidak mempunyai kursi maka tidak berhak mengajukan calon Gubernur tetapi hanya sebagai partai pendukung pasangan calon Gubernur. Empat pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur ini akan merebutkan sebanyak 3.874.006 suara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Nusa Tenggara Timur.

Maryanti sebagai Ketua KPU NTT menjelaskan Empat pasangan bakal Cagub dan Cawagub diantaranya, Pasangan pertama Esthon Leyloh Feonay dan Christian Rotok yang diusung oleh Partai PAN (Partai Amanat Nasional) dengan 5 kursi dan Gerindra dengan 8 kursi, sehingga total kursi yang di peroleh sebanyak 13 kursi dan memenuhi syarat pendaftaran di KPU. Pius Lustrilanang sebagai Ketua DPP Partai Gerindra sekaligus koordinasi Pemenangan Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur dan juga merupakan anggota DPR RI komisi IX Daerah Pemilihan NTT mengatakan Partai Gerindra akan mengutamakan kader partai yang maju pada Pilkada NTT.

Pasangan kedua Benny Kabur Harman dan Benny Alexander Litelnoni yang diusung oleh Partai PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia) dengan 3 kursi, Partai Demokrat dengan 8 kursi dan Partai PKS (Partai Keadilan Sejahtera) dengan 2 kursi, sehingga total kursi yang di peroleh sebanyak 13 kursi dan memenuhi syarat pendaftaran di KPU. Benny Alexander Litelnoni saat ini merupakan seorang Wakil Gubernur NTT.

Ketua DPD PKPI NTT Yani Mboik mengatakan partainya ikut mendukung pasangan Harmoni ( Harman dan Litelnoni ) karena mereka sudah mengenal karakter pasangan calon sejak lama. Selain itu Ketua DPW PKS NTT Suharjito juga menjelaskan partainya akan mendukung pasangan Harmoni setelah melalui sejumlah pertimbangan. Ketua DPD Partai Demokrat NTT Jefri Riwu mengaku sudah lama mengenal kedua figur khususnya Benny Harman yang merupakan kader terbaik yang dimiliki oleh Partai Demokrat.

Pasangan ketiga Marianus Sae dan Emmilia Julia Nomleni yang diusung oleh Partai PDI Perjuangan dengan 10 kursi dan PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dengan 5 kursi, sehingga total kursi yang di peroleh sebanyak 15 kursi dan memenuhi syarat pendaftaran di KPU. Keputusan itu di sampaikan oleh Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarno Putri di gedung DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu ( 17/12/2017).

PDI-P mengusung kadernya Emilia Nomleni yang merupakan Ketua DPC PDI-P Timor Tengah Selatan, dan dulu juga pernah menjadi anggota DPRD NTT tahun 2009 – 2014. Bersamaan dengan mengumumkan pasangan Cagup dan Cawagub NTT, Megawati juga mendeklarasikan calon Kepala Daerah Maluku, Riau dan Sulawesi Tenggara.

Pasangan terakhir Victor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi yang diusung oleh Partai Golkal (Golongan Karya) dengan 11 kursi, NasDem (Nasional Demokrat) dengan 8 kursi, dan Hanura (Hati Nurani Rakyat) dengan 5 kursi, sehingga total kursi yang di peroleh sebanyak 24 kursi. Bentuk dukungan yang diberikan oleh tiga partai pendukung dalam bentuk Surat Keputusan (SK) yang diserahkan langsung Ketua DPD NasDem NTT Jacky Uly, Perwakilan dari Partai Hanura dan Ketua DPD Golkar NTT Melki Laka Lena.

Selain dari penyerahan SK, dukungan dari tiga partai juga disampaikan dalam bentuk pernyataan sikap yang dibacakan oleh pengurus Partai Golkar dan juga merupakan Ketua DPRD NTT yaitu Anwar Pua Geno. Dalam acara pembacaan deklarasi juga dihadiri oleh Sekjen DPP Nasdem Johnny Plate, Pengurus DPP Nasdem Hayono Isman, anggota DPD RI Andre Garu, dan sejumlah bupati di NTT seperti Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, Bupati Sumba Tengah Umbu Sappi Peteduk, Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, Bupati Timor Tengah Utara Raymundus Sau Fernandes, Bupati Rote Ndao Leonard Haning, dan Bupati Sumba Barat Daya Markus Dairo Tallu.

Sebelumnya pasangan AKBP Christofel Bagaisar dan Blasius Bobsen Nahak sempat ikut serta menyerahkan syarat dukungan untuk maju namun karena syarat yang diminta tidak terpenuhi yaitu sebanyak 272.300 pendukung dan tersebar di 12 Kabupaten/Kota maka pasangan ini dinyatakan gugur oleh KPUD Provinsi NTT.

Jika dilihat berdasarkan jumlah kursi parpol pengusung yang paling banyak mendapatkan dukungan yaitu pasangan Victor Laiskodat dan Josef Nae Soi, mereka diusung oleh Partai Golkar dengan 11 kursi, Nasdem dengan 8 kursi dan Hanura dengan 5 kursi. Dengan total 24 kursi atau setara dengan 786.699 suara.

Kempat pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang memenuhi syarat pendaftaran, saat ini sedang mengikuti tahapan proses selanjutnya. KPU menjelaskan akan melakukan penetapan pasangan Cagup dan Cawagup pada tanggal 12 Februari 2018 dan untuk pengundian nomor urut pasangan calon pada tanggal 13 Februari 2018.

Komisioner Bawaslu NTT yaitu Jemris Fointuna berharap agar proses penelitian syarat calon ini dilakukan secara cermat disesuaikan dengan prosedur, tata cara dan mekanisme yang diatur dalam ketentuan perundang – undagan. Jemris mengatakan bahwa Bawaslu NTT mengawasi secara cermat dan teliti setiap tahapan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya potensi pelanggaran yang dikuatirkan dapat mengganggu tahapan Pilkada nanti pada tanggal 27 Juni 2018. Sampai saat ini hasil pengawasan yang telah dilakukan Bawaslu NTT masih belum menemukan adanya dugaan pelanggaran yang serius dan berpotensi mengganggu tahapan ke depan.

Ketua KPU NTT Maryanti menjelaskan, hasil verifikasi dokumen perbaikan syarat calon akan disampaikan pada saat penetapan pasangan calon oleh KPU pada tanggal 12 Februari. KPU NTT juga sudah menerima dokumen perbaikan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT untuk diteliti. Ketua Divisi Teknis KPU NTT Thomas Dohu menjelaskan, saat kami menerima, sudah kami identifikasi dan semua berkas perbaikan yang di minta KPU sudah lengkap, namun kita belum mengumumkan karena nanti sekalian pada saat penetapan, ujarnya Minggu (21/01/2018).

Terkait dengan syarat pencalonan yang menyangkut pengunduran diri dari bakal calon yaitu seperti Anggota DPR dan juga karyawan yang bekerja pada BUMN atau BUMD. Sedangkan untuk Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, dan Wakil Bupati yang masih aktif harus mengirimkan surat cuti sebelum masa kampanye. Sehingga untuk mengikuti aturan yang ada, dua bakal calon harus mengundurkan diri dari jabatannya yaitu pak Viktor Laiskodat dan pak Benny Harman. Dengan batas penyerahan surat pengunduran diri pada tanggal 17 Februari 2018.

Sedangkan untuk pejabat yang sedang menjabat seperti Wagub NTT Benny Litelnoni dan Bupati Ngada Marianus Sae, keduanya wajib menyerahkan surat cuti sebelum melakukan kampanye. Sehingga baik syarat cuti dan pengunduran diri ini tidak termasuk syarat bagi KPU untuk penetapan pasangan calon pada tanggal 12 Februari 2018 mendatang.

Bingung tentang nomor urut calon gubernur dan wakil gubernur pada pilgub Nusa Tenggara Timur 2018? Baca informasi ini dan hilangkan semua rasa bingung anda.

Dalam sebuah pemilu khususnya Pilkada, penting untuk anda mengetahui siapa saja calon yang ada dalam pemilihan tersebut. Demikian halnya untuk pilgub Nusa Tenggara Timur 2018. Namun apakah anda sudah mengetahui siapa saja calon yang ada dan layak untuk dipilih? Ketahui jawabannya setelah anda membaca informasi ini secara lengkap.

Hasil Quick Count Pilgub NTT 2018 4 Pasangan Calon dalam Pilgub Nusa Tenggara Timur 2018

Rupanya dalam pemilu serentak kali ini, daerah Nusa Tenggara memiliki lebih banyak calon pasangan dibandingkan dengan calon dari daerah lain. Sebut saja daerah NTT dan NTB yang masing-masing 4 pasangan calon gubernur dan wakil. Siapa sajakah calon gubernur dan wakil dari Nusa Tenggara Timur? Berikut informasinya.

1. Pasangan Calon Esthon L Foenay – Christian Rotok

Pasangan ini lebih dikenal dengan nama pasanagn Esthon dan Chris. Pasangan ini didukung oleh dua partai pengusung, yaitu partai Gerindra dan PAN. Kedua partai ini sudah cukup memiliki nama di Indonesia. Sehingga jangan menganggap pasangan ini dengan remeh. Jika anda yang ingin memilih pasangan ini dapat memilihnya dengan nomor urut 1.

2. Pasangan Marianus Sae- Emmilia Nomleni

Pasangan ini adalah satu-satunya pasangan yang mengusung perempuan sebagai calon kepada daerah. Namun sangat disayangkan calon gubernur dari pasangan ini, baru saja tersandung masalah. Walaupun demikian, pasangan ini tetap mendapatkan kans untuk menang karena partai pengusung yang memiliki basis massa besar. Partai pendukung dari pasangan ini adalah PDIP dan PKB, jika ingin memilih pasangan ini, silahkan coblos nomor 2 pada kertas suara.

3. Pasangan Benny K Herman – Benny A Litelnoni

Jika dari namanya, anda dapat memanggil mereka duo Benny. Duo Benny adalah pasangan yang diusung dari 3 partai politik yang memiliki jumlah kursi DPRD cukup besar. Partai tersebut adalah partai Demokrat, PKPI dan PKS yang artinya duo Benny memiliki jumlah 13 buah kursi di DPRD. Bagi anda yang ingin memilih mereka untuk NTT lebih baik, dipersilahkan untuk memilih nomor urut 3.

4. Pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat – Joseph Nai Soi

Mengingat NTT merupakan salah satu lumbung suara dari Golkar, tidak heran jika pasangan ini memiliki kemungkinan yang cukup besar untuk memenangkan pilgub Nusa Tenggara Timur 2018. Namun, bukan berarti pasangan ini dapat menganggap sebelah mata pasangan-pasangan lain. Tidak hanya didukung oleh Golkar, pasangan ini juga di usung oleh Partai Nasdem dan Hanura. Pilihlah nomor urut 4 pada kertas suara, jika anda ingin memilih pasangan ini.

Tanggal Pelaksanaan Masa Kampanye Pilgub Nusa Tenggara Timur 2018

Setelah usai menetapkan nomor urut pasangan calon, berikutnya akan dilaksanakan kampanye terbuka oleh setiap pasangan calon. Kampanye adalah waktu yang tepat untuk anda mengetahui pasangan mana yang terbaik untuk dipilih dan dijadikan sebagai pemimpin NTT. Adapun waktu kampanye akan dimulai 15 Februari - 24 Juni 2018.

Waktu Pilkada Serentak Nusa Tenggara Timur 2018 dan Hasil Quick Count Pilgub NTT 2018

Seusai masa kampanye, maka penyelenggaran pemilu akan segera dilakukan. Atau, tepatnya Pilkada serentak untuk NTT dan wilayah lain akan dilakukan pada tanggal 27 Juni 2018. Jadi untuk anda yang memiliki hak pilih serta KTP daerah NTT, sebaiknya luangkan waktu dan datang ke TPS.

Sebelum memilih pemimpin, penting untuk anda mengetahui track record mereka. Sehingga akan lahir calon pemimpin dari Pilgub Nusa Tenggara Timur 2018, pemimpin yang amanah dan tanggap akan masyarakat. Dan semua itu berawal dari pemilih cerdas seperti anda.




Description
: Hasil Quick Count Pilgub NTT 2018
Rating
: 4.5
Reviewer
: Windari Sanjaya
ItemReviewed
: Hasil Quick Count Pilgub NTT 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar