Hasil Quick Count Pilgub Malut 2018

Pemilihan Gubernur Maluku Utara 2018, Hasil Quick Count Pilgub Malut 2018 ~ Maluku Utara memiliki 4 pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur yang baru. Empat pasangan tersebut telah resmi mendaftar sebagai peserta calon Pilkada Maluku Utara 2018. Pendaftaran dilakukan sejak 8-10 Januari 2018 di KPU setempat. Pada masa-masa terakhir pendaftaran, tercatat pasangan bakal calon yang mendaftar adalah Abdul Gani Kasuba-M Al Yasin Ali pada hari Rabu, 10 Januari 2018 malam.


Pada hari pertama pendaftaran terdapat pasangan Burhan Abdurahman-Ishak Djamaludin, kemudian disusul di hari kedua oleh pasangan Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar dan pasangan Muhammad Kasuba-Abdul Madjid Husen. Pilgub 2018 tidak hanya dilakukan di wilayah Maluku Utara saja melainkan juga dilaksanakan kegiatan Pilgub NTB 2018. Selain itu, beberapa provinsi seperti Nusa Tenggara Timur dan Lampung juga melakukan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur, sehingga dilakukan juga Pilgub NTT 2018 dan Pilgub Papua 2018.

Semua pasangan yang mendaftar sebagai cagub dan cawagub Maluku Utara 2018 masing-masing dinyatakan lolos dalam berkas administrasi sebagaimana persyaratan KPU terhadap syarat calon pilkada tahun ini. Pendaftaran pasangan bakal calon itu akan berakhir pada hari Rabu malam, 10 Januari 2018 pukul 00.00 WIT.

Adapun satu pasangan bakal calon yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) sebelumnya mendapatkan hambatan. Alasannya adalah PKPI yang menjadi partai pengusung pasangan Abdul Gani Kasuba-M Al Yasin Ali itu sudah pernah mendaftarkan Burhan Abdurahman-Ishak Djamaludin di hari pertama.

Namun, setelah KPU Provinsi Maluku Utara melakukan konsultasi dengan KPU pusat, kemudian dipatikan Surat Keputusan DPP PKPI yang diberikan kepada Burhan Abdurahman-Ishak Djamaludin itu sudah dibatalkan sejak tanggal 5 Januari 2018.

Maknanya adalah pasangan Abdul Gani Kasuba-M Al Yasin Ali lolos tahapan pendaftaran di KPU setempat. Pasangan Abdul Gani Kasuba-M Al Yasin Ali yang terakhir mendaftar di KPU itu diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Pasangan Burhan Abdurahman-Ishak Djamaludin diusung oleh Partai Nasdem, Demokrat, PKB, PBB dan Hanura. Sementara yang lainnya yaitu pasangan Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar diusung oleh partai Golongan Karya dan PPP. Pasangan Muhammad Kasuba-Madjid Husen diusung oleh Partai Gerindra, PKS dan PAN.

KPU menyatakan bahwa dari masing-masing pasangan bakal calon cagub dan cawagub Maluku Utara 2018 ini telah memenuhi persyaratan sebagai calon yang minimal mengantongi 9 kursi di DPRD Maluku Utara. Syahrani Somadayo selaku Ketua KPU Provinsi Maluku Utara mengemukakan bahwa keempat pasangan bakal calon yang lolos pendaftaran calon tersebut akan mengikuti tahapan selanjutnya. Tahapan tersebut telah dijadwalkan oleh penyelenggara pemilu pilkada secara serentak. Syahrani mengatakan bahwa acara pembukaan pendaftaran pilkada serentak di Maluku Utara pada hari Rabu malam tanggal 10 Januari 2018 telah berakhir dan selesai.

Abdul Gani Kasuba mengaku bersyukur atas proses pendaftaran yang sebelumnya berlangsung alot itu akhirnya selesai dengan diberikannya surat tanda terima pendaftaran dari KPU. Dalam pengakuannya, ia didampingi oleh kedua pimpinan partai pengusung.

Langkah selanjutnya dari tim pasangan yang popular disebut AGK YA dan telah dikemukakan diantaranya yaitu mempersiapkan partai dalam tahapan verifikasi faktual yang akan dilakukan oleh KPU dan Bawaslu. Ketua Dewan Pimpin Provinsi PKPI Maluku Utara, Masrul Ibrahim secara terpisah menegaskan bahwa Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPI resmi mengeluarkan surat pembatalan rekomendasi kepada pasangan bakal calon gubernur dan wagub Maluku Utara yaitu Burhan Abdurahman-Ishak Jamaludin. Selain itu, Ketua Dewan Pimpin Provinsi PKPI Maluku Utara itu juga menerbitkan rekomendasi baru untuk pasangan Abdul Ghani Kasuba-M Al Yasin Ali sejak tanggal 5 Januari 2018.

Masrul Ibrahim berkata bahwa pada tanggal 5 Januari pekan kemarin, Ketua Umum DPN PKP Indonesia AM Hendropriyono sudah menandatangani rekomendasi baru untuk Abdul Gani Kasuba-M Al Yasin Ali. Hal tersebut menunjukkan rekomendasi lama yang sudah didaftarkan gugur dengan sendirinya. Adanya surat pembatalan rekomendasi dan diterbitkannya rekomendasi baru kepada calon Gubernur Patahana dan mantan Bupati Halmahera Tengah itu menurut Masrul menyatakan kedua pasangan tersebut telah resmi diusung oleh PKPI. Ia menambahkan bahwa pengurus Dewan Pimpin Provinsi PKPI Maluku Utara tetap patuh dan menjunjung tinggi keputusan partai. Dengan adanya surat pembatalan rekomendasi tersebut, DPP PKPI siap memenangkan pasangan Abdul Gani Kasuba-M Al Yasin Ali sebagai Gubernur dan wakil Gubernur Maluku Utara periode 2018-2023.

Kakak beradik bertarung dalam Pilgub Maluku Utara 2018 dan Hasil Quick Count Pilgub Malut 2018

Tak hanya di bangku sekolah saja terjadi persaingan mendapatkan peringkat satu dalam satu keluarga, kakak beradik Abdul Gani Kasuba dan Muhammad Kasuba juga akan bersaing dan bertarung di pilkada Maluku Utara (Malut) 2018. Abdul Gani Kasuba dan Muhammad Kasuba tersebut dipastikan akan bersaing setelah memperoleh dukungan partai politik yang memenuhi syarat minimal.

Keduanya tercatat sebagai sesama kader PKS Maluku Utara. Yang membedakan dari sisi dukungan oleh PKS itu yaitu Muhammad Kasuba merupakan calon yang mendapat dukungan rekomendasi resmi DPP PKS. Meskipun tidak mendapatkan rekomendasi resmi oleh DPP PKS, Abdul Gani Kasuba tetap memilih untuk maju. Ia terus berupaya untuk mencari dukungan dari partai lain guna memenuhi syarat dukungan maju sebagai cagub di Pilkada Malut 2018.

Abdul Gani Kasuba tetap merasa percaya diri untuk memenangkan pertarungan pada pilkada Malut 2018, walaupun PKS dan PAN yang semula mendukungnya, kini telah mencabut rekomendasi dukungan untuk dirinya. Kedua partai tersebut mengalihkan dukungannya kepada adik kandungnya, Muhammad Kasuba. Strategi yang disusun oleh Abdul Gani Kasuba yang juga Petahana itu untuk melawan adiknya adalah dengan menggandeng mantan Bupati Halmahera Tengah Al Yasin Ali melalui koalisi PDIP dan PKPI.

Adanya dukungan kedua partai politik tersebut terbukti telah memenuhi syarat untuk mencalonkan pasangan calon itu karena memiliki sembilan kursi di DPRD Malut. Bakal calon Gubernur Maluku Utara itu mengatakan bahwa ia tidak gentar menghadapi adik kandungnya, Muhammad Kasuba yang teru maju di Pilkada Maluku Utara 2018. Perkataannya disaksikan oleh ribuan pendukungnya pada tanggal 7 Januari 2018 usai konvoi yang dilakukan di Ternate.

Kasus "perang saudara" sesama kader PKS itu paling tidak menimbulkan tanda tanya mengenai ketegasan sikap DPP PKS terhadap kadernya yang membalelo. Mengingat hingga saat ini belum ada sanksi yang tegas dari PKS terhadap kadernya yang tidak mendukung rekomendasi pusat dalam Pilkada Maluku Utara 2018 tersebut. Apakah dalam waktu dekat PKS akan memberikan tindakan yang tegas? Tiga partai, yakni Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mendukung pasangan Muhammad Kasuba dan Madjid Hussein untuk Pilkada Maluku Utara 2018.

Madjid Hussein merupakan Ketua DPW PAN Maluku Utara dan Muhammad Kasuba yang menjabat sebgai Gubernur sebelumnya merupakan mantan Bupati Halmahera Selatan serta menjabat sebagai Ketua Bapilu DPD PKS Kota Ternate.

Maluku Utara memang merupakan salah satu dari lima provinsi yang mana di dalamnya Partai Keadilan Sejahtera berkoalisi dengan Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional. Adapun empat daerah lainnya adalah Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur.

Pilgub Maluku Utara 2018 banyak paslon yang mendaftarkan dirinya ke KPU Maluku Utara tentu saja calon yang diusung harus memiliki kemampuan, kredibilitas, dan berkarakter

Pilgub Maluku Utara 2018 sejatinya digunakan sebagai media aspirasi rakyat untuk memilih dan menentukan masa depan Maluku Utara. Maka setiap masyarakat Maluku Utara sudah seharusnya menyambut momentum ini dengan antusias dan damai. Menurut KPU Maluku Utara dari data yang sudah masuk dan terverifikasi ada empat Paslon yang dinyatakan lolos verifikasi dan berhak mengikuti Pilgub Maluku Utara 2018 mendatang. Berikut artikelnya

Hasil Quick Count Pilgub Malut 2018 Pasangan Calon yang Lolos di Pilgub Maluku Utara 2018

Mengenal siapa saja bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara tentu saja menjadi hal yang penting. Apalagi bisa mengetahui program-program apa saja yang akan diusung dan tentu saja bukan hanya omong kosong belaka. Karena rakyat butuh bukti bukan janji. Artikel ini akan membahas tentang siapa saja bakal calon cagub dan cawagub dalam Pilgub Maluku Utara 2018.

1. Pasangan Burhan Abdurahman dan Ishak Jamaluddin

Pasangan ini diusung oleh Nasdem, Hanura, Demokrat, PBB, PKB. Burhan Abdurahman pernah memimpin Kota Ternate dari 2010-2015, ia dinilai menorehkan berbagai keberhasilan dalam melaksanakan program pembangunan di daerah tersebut. Program tersebut antara lain merenovasi rumah tidak layak huni khususnya milik warga tidak mampu dengan menerapkan konsep Barifola (gotong royong).

Sedangkan calon wakilnya yakni Ishak Jamaluddin merupakan Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) yang dinilai sukses dalam memimpin almameternya. Kedua pasangan ini juga dianggap memiliki visi yang sama untuk membangun Maluku Utara menjadi lebih baik.

2. Pasangan Muhammad Kasuba dan Abdul Majid Husen

Pasangan ini diusung oleh PKS, PAN, dan Gerindra. Muhammad Kasuba pernah menjadi Bupati di Halmahera Selatan yang juga menjadi pengurus PKS dan korwil Indonesia timur. Dengan pengalaman yang telah dimiliki tersebut dapat menjadi nilai tambah baginya untuk maju ke Pilgub Maluku Utara

Sedangkan pasangannya yakni Abdul Majid Husen merupakan ketua dewan pimpinan wilayah PAN Maluku Utara. Namun kepopulerannya di masyarakat dinilai belum terlalu mencuat sehingga masih belum banyak yang mengenalnya. Dengan pengalaman kedua calon gubernur dan wakil gubernur ini menjadi kelebihan tersendiri untuk meraup suara di Pilgub Maluku Utara 2018 mendatang.

3. Pasangan Abd Gani Kasuba dan Mohammad Yasin Ali

Pasangan ini diusung oleh PDIP dan PKPI KH. Abdul Ghani Kasuba adalah gubernur Petahana yang juga dekat dengan kalangan ulama. PDIP menilai dengan adanya calon dari golongan Ulama akan meningkatkan daya saing di Pilgub Maluku Utara yang membutuhkan sosok yang cerdik cendekiawan dan saleh

Sedangkan pasangannya yakni Moh yasin Ali memiliki prestasi yang baik saat menjabat menjadi bupati. Ketika menjadi bupati, Ali juga berperan aktif dalam upaya meningkatkan pemahaman ideologi Pancasila, pemberantasan narkoba, miras dan terorisme. Selain itu, Ali juga ikut mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai bidang, baik di bidang kesehatan, pendidikan maupun kelautan.

4. Pasangan Ahmad Hidayat Mus dan Rivai Umar

Ahmad Hidayat Mus pernah menjabat sebagai kepala Bupati di Kepulauan Sula, Malut. Selama menjabat, Ia juga dinilai berhasil mengangkat ekonomi masyarakat KepulauanSula. Dengan membuat program-program ekonomi kreatif di derah ini yang sangat berpotensi dengan sumber daya alam yang ada.

Sedangkan pasangannya yakni Rivai Umar sebagai cawagub Maluku Utara merupakan Rektor di Universitas Khairun dinilai menjadi kombinasi yang ideal antara politikus dan akademisi. pasangan ini juga didukung PPP dengan Golkar yang juga dinilia sesuai dengan kondisi masyarakat yang terdiri dari berbagai suku dan agama.

Pilgub Maluku Utara 2018 sebagai momentum pesta demokrasi semoga bisa dimanfaatkan untuk menjembatani kepentingan bersama yakni tentu saja berorientasi pada kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakatnya. Semoga bermanfaat.



Proses menunggu data perhitungan suara yang masuk, silahkan kembali sesaat lagi.

Description
: Hasil Quick Count Pilgub Malut 2018
Rating
: 4.5
Reviewer
: Windari Sanjaya
ItemReviewed
: Hasil Quick Count Pilgub Malut 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar