Hasil Quick Count Pilgub Lampung 2018

Hasil Quick Count Pilgub Lampung 2018 ~ Empat pasangan calon gubernur dalam Pilgub Lampung 2018 telah ditentukan. Bagi Anda masyarakat Lampung yang belum tahu profil dari keempat paslon tersebut, silahkan simak artikel di bawah ini !


Pesta demokrasi dalam Pilgub Lampung 2018 hampir memasuki tahap kampanye pada pertengahan bulan Februari. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia telah menetapkan masa kampanye jatuh pada tanggal 15 Februari 2018. Sebelum memasuki masa kampanye, kami akan hadirkan profil dari keempat pasangan calon gubernur yang telah terdaftar dalam Pilgub Lampung 2018.

Lihat juga Hasil Quick Count Pilgub Sumsel dan Pilgub Sumut.

Hasil Quick Count Semua Paslon Pilgub Lampung 2018

1. Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim

Pria yang menjabat sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Lampung ini pernah menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Pertanian Unila. Setelah lulus kuliah beliau berkarir dari bawah sebagai PNS hingga menjadi kepala dinas. Beliau juga pernah menjabat posisi tertinggi sebagai Sekprov (Sekretaris Provinsi) Lampung pada 2014-2016. Tahun 2016, beliau pensiun dan mulai meniti karir di dunia politik.

Chusnunia Chalim merupakan satu-satunya peserta wanita yang terdaftar dalam Pilgub Lampung 2018. Chusnunia Chalim, lahir pada 35 tahun silam, tepatnya 12 Juli 1982 di Karang Anom, Lampung Timur. Meskipun wanita dan masih muda, beliau menjabat sebagai Bupati Lampung Timur (2016) dan juga terpilih menjadi Anggota DPR RI (2014-2019) dari PKB mewkili Dapil Lampung II.

2. Mustafa – Ahmad Jajuli

Mustafa, pria kelahiran Lampung Tengah pada 27 Juli 1975 ini, sedang menjabat sebagai Ketua DWP Partai NasDem Lampung. Beliau juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah periode 2010-2015. Tahun 2015, Beliau mencalonkan diri menjadi Bupati Lampung Tengah dan akhirnya terpilih menjadi Bupati Lampung Tengah dengan masa jabatan 2016-2021.

Ahmad Jajuli adalah satu-satunya peserta Pilgub Lampung 2018 yang berlatar belakang sebagai anggota DPD RI. Beliau terpilih menjadi anggota DPD RI selama dua periode, yaitu pada tahun 2009 dan 2014. Jajuli juga menjabat sebagai Sekretaris Umum (Sekum) Partai Keadilan (PKS) dan pada 2006-2010 sempat menjabat Ketum DPW PKS Lampung.

3. Herman Hasanusi – Sutono

Herman Hasanusi lebih dikenal dengan nama Herman HN ini lahir 17 Mei 1956 di Menggala. Pria yang masih m enjabat sebagai Wali Kota Bandar Lampung  pada dua periode (2010-2015 dan 2016-2021) adalah satu-satunya peserta paslon Pilkada Lampung yang hanya didukung oleh satu partai politik, PDI Perjuangan. Hal tersebut bisa terjadi lantaran, PDIP memiliki (17) kursi terbanyak di DPRD Lampung yang memenuhi persyaratan untuk mendaftar sebagai paslon gubernur Lampung. Beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah.

Arinal Djunaidi yang mencalonkan diri sebagai cawagub Lampung 2018 adlah lulusan IPB yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Lampung,Kepala Dinas Kehutanan Lampung,dan Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan. Setelah Arinal Djunaidi pensiun dari jabatan Sekprov Lampung pada 2016 silam, Sutono menggantikan beliau menjadi Sekprov Lampung. Namun, dirinya mengundurkan diri sebagai Sekprov Lampung dan memilih maju mendampingi Herman HN dalam Pilgub Lampung 2018.

4. Ridho Ficardo – Helmi Hasan

Ridho Ficardo yang saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Lampung, kembali terdaftar sebagai cagub Lampung 2018 berpasangan dengan Helmi Hasan. Pasangan Ridho Ficardo – Helmi Hasan.

ini didukung oleh koalisi dari empat parpol, yaitu partai Demokrat, Gerindra, PAN, dan PPP. Pria kelahiran Bandar Lampung, 20 Juli 1980 ini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Lampung.

Berbeda dengan ketujuh peserta Pilgub Lampung 2018 yang memang sudah malang melintang di dunia perpolitikan Lampung, Helmi Hasan adalah satu-satunya peserta yang tidak berasal dari Lampung. Pria yang pernah berasal dari Bengkulu dan pernah menjabat sebagai Walikota Bengkulu tersebut didaulat menjadi wakil calon gubernur dalam Pilkada Lampung.

Nah, setelah mengetahui profil dari delapan peserta Pilgub Lampung 2018 di atas, Anda bisa mengetahui rekam jejak karir dari masing-masing paslon gubernur lampung 2018. Dengan profil di atas dan masa kampanye yang akan dimulai 15 Februari nanti, Anda bisa menentukan untuk mendukung siapa pada pilkada nanti.

Hasil Quick Count Live Pilgub Lampung 2018

Proses Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2018 ini telah usai memasuki tahapan pendaftaran bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung pada tanggal 8 Januari 2018 sampai tanggal 10 Januari 2018. Tidak hanya itu, propinsi lain seperti Nusa Tenggara Barat, Nusa Ttenggara Timur, dan juga Maluku Utara juga melangsungkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Selanjutnya untuk melancarkan tahapan proses Pilgub Lampung 2018, telah terpilih sebanyak empat calon bakal Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung yang telah mendapatkan rekomendasi dari partai pengusung.

Keempat Cagub dan Cawagub ini yaitu Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim yang diusung oleh Partai Golongan Rakyat (Golkar) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Mustafa dan Ahmad Jajuli yang diusung oleh Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Hanura. Herman HN dan Sutono yang diusung oleh Partai PDI Perjuangan. Serta Ridho Ficardo dan Helmi Hasan yang diusung oleh Partai Demokrat, Partai Persatuan pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Gerindra.

Untuk menjadi kadidat di Pilgub, bakal calon Cagub dan Cawagup harus melakukan tes kesehatan. Kepala Badan Narkotika Nasional ( BNN)  Lampung tidak tanggung – tanggung menurunkan delapan dokter untuk memeriksa urine para bakal calon. Dari keempat pasangan calon yang mendaftar Pilgub Lampung, hanya tiga pasangan yang mengikuti tes kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek, Kamis (11/01/2018).

Pasangan Mustafa dan Ahmad Jajuli dan Pasangan Herman HN dan Sutono mengikuti tes kesehatan jasmani, sedangkan pasangan petahana M Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri mengikuti tes kesehatan kejiwaan. Dan untuk pasangan Arinal Djunaidi dan Chusnunia dijadwalkan akan mengikuti tes kesehatan pada hari Jumat (12/01/2018).

Setiap bakal calon Gubernur memiliki latar belakang yang berbeda, seperti Arinal Djunaidi yang menjadi seorang pejabat eselon tertinggi di Lampung dengan kedudukan sebagai Sekretaris Provinsi Lampung. Setelah itu dua tahun kemudian pada 2016, Arinal Djunaidi telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Sekretaris Provinsi Lampung karena pensiun. Kemudian Arinal digantikan dengan Sutono. Saat ini Sutono memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekprov Lampung, setelah terpilih untuk mendampingi Herman HN sebagai bakal calon Wakil Gubernur Lampung,

Selanjutnya yaitu Chusnunia Chalim yang merupakan calon satu – satunya perempuan yang akan ikut bersaing di Pilkada Lampung nanti, Chusnunia juga menjabat sebagai Bupati Lampung Timur. Ahmad Jajuli akan menjadi satu – satunya bakal calon yang memiliki latar belakang sebagai anggota DPD RI, berbeda dengan ketujuh bakal calon yang akan menjadi peserta Pilgub Lampung 2018, rata – rata memiliki latar belakang sebagai Kepala Daerah. Dan Ridho Ficardo yang menjabat sebagai Gubernur Petahana setelah menjadi pemenang Pilgub Lampung 2014 yang lalu. Selain itu akan muncul nama baru di Lampung yang akan ikut meramaikan Pilkada Lampung 2018 yaitu Helmi Hasan yang merupakan seorang Wali Kota Bengkulu.

Dari bakal calon gubernur tersebut terdapat tiga calon kontestan yang menjabat sebagai Ketua Parpol tingkat Provinsi Lampung, diantaranya Mustafa yang menjadi Ketua DPW Partai NasDem Lampung, Ridho Ficardo yang menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Lampung dan Arina Djunaidi yang menjadi Ketua DPD Partai Golkar Lampung.

Pasangan Herman HN dan Sutono merupakan bakal calon gubernur yang mendapat sedikit dukungan parpol pada Pilgub Lampung 2018, karena mereka hanya diusung oleh satu parpol yaitu PDI-P. Namun PDI-P merupakan satu – satunya parpol yang memiliki jumlah kursi yang banyak, sehingga memenuhi syarat di KPU dan  mengusung calon sendiri tanpa berkoalisi dengan parpol yang lain. Meskipun pasangan Ridho Ficardo dan Helmi mendapat recomendasi parpol paling akhir yaitu Minggu (7/01/2018), namun pasangan ini memiliki dukungan parpol paling banyak.

Sampai saat ini empat bakal calon gubernur yang akan ikut bersaing di Pilgub 2018 masih aktif menjabat sebagai Bupati dan Wali Kota di Lampung. Dua orang yang menjabat sebagai Bupati adalah Mustafa sebagai Bupati Lampung Tengah dan Chusnunia Chalim sebagai Bupati Lampung Timur.

Nama lain yang menjabat sebagai Wali Kota adalah Herman HN sebagai Wali Kota Bandar Lampung dan Helmi Hasan sebagai Wali Kota Bengkulu. Selain itu Ridho Ficardo saat ini juga masih menjabat sebagai Gubernur Lampung dengan pasangannya Bactiar Basri sebagai Wakil Gubernur sampai saat ini.

Untuk mengikuti Pilgub Lampung 2018 keempat kepala daerah di Lampung harus mengajukan cuti jabatan cukup lama, mulai 15 Februari sampai dengan 23 Juni 2018 atau kurang lebih 129 hari. Ketua Badan Pengawas Pemilu Lampung Fatikhatul Khoiriyah menjelaskan bahwa ketentuan cuti telah tertera pada pasal 70 ayat 3 Undang – undang Nomor 10 Tahun 2016 berisi tentang Pilkada. Serta Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2017 juga berisi tentang Pilkada.

Disana dijelaskan cuti hanya berlaku bagi petahana, baik gubernur atau wakil gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, maupun Wali Kota atau Wakil Wali Kota. Cuti selama masa kampanye selama 129 hari, mulai 15 Februari hingga 23 Juni 2018, ujar khoir Minggu (14/01/2018).

Selain bakal calon gubernur harus cuti dari jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah, bakal calon yang menduduki kursi di DPR RI, DPD RI harus mengundurkan diri dari jabatannya tersebut. Pengunduran diri juga berlaku untuk bakal calon wakil gubernur Sutono yang berstatus sebagai aparatur sipil negara.

M Tio Aliansyah sebagai anggota KPU Lampung Kelompok Kerja Pencalonan menjelaskan, pasal 88 ayat 1 PKPU 9/2016 yang mengatur soal sanksi pembatalan sebagai pasangan calon. Pasangan calon bisa batal sebagai peserta Pilkada jika mereka tidak menyerahkan surat cuti kampanye bagi petahana.

Semua bakal calon harus menaati aturan cuti kampanye, Ridho Ficardo dan Bachtiar akan cuti  pada pertengahan bulan Februari. Chusnunia juga mengaku telah mengirimkan surat cuti kampanye pada KPU.  Telah mengajukan dan telah menerima surat cuti sesuai dengan aturan. Sementara itu Sekretaris DPW Parta Nasional Demokrat Lampung Fauzan Sibron telah menjelaskan, pihaknya akan segera melengkapi kekurangan berkas persyaratan pada masa perbaikan berkas pada tanggal 20 Januari sampai 26 Januari 2018. Fauzan juga menjelaskan, Jajuli sudah menyatakan kesiapan mundur dari kedudukannya sebagai anggota DPD RI untuk mengikuti Pilgub Lampung 2018 ini.

Kebijakan Cuti dan Hasil Quick Count Peserta Pilkada Lampung 2018

* Kebijakan cuti antara lain :
1. Berada di luar tanggungan negara.
2. Pengajuannya langsung ke instansi yang mengangkat.
3. Gubernur dan Wakil Gubernur kepada mendagri.
4. Bupati atau Wakil Bupati dan Wali Kota atau Wakil Wali Kota kepada Gubernur.

* Kebijakan Mundur antara lain :
1. Tidak bisa batal.
2. Untuk ASN, TNI atau Polri, karyawan BUMN atau BUMD, anggota DPR atau DPD atau DPRD.
3. Penyerahan tanda terima dalam proses mundur pada KPU kurang lebih paling lambat 5 hari setelah penetapan calon atau 17 Februari.
4. Penyerahan surat pengesahan mundur paling lambat yaitu 30 hari sebelum tanggal 27 Juni 2018 atau hari H pencoblosan.



Proses menunggu data perhitungan suara yang masuk, silahkan kembali sesaat lagi.

Description
: Hasil Quick Count Pilgub Lampung 2018
Rating
: 4.5
Reviewer
: Windari Sanjaya
ItemReviewed
: Hasil Quick Count Pilgub Lampung 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar