Hasil Quick Count Pilgub Bali 2018

Hasil Quick Count Pilgub Bali 2018 ~ Provinsi Bali telah menyatakan adanya dua pasangan balon atau bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang akan bertarung pada Pilihan Kepala Daerah Bali 2018. Kedua pasangan bakal calon ini adalah Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan pasangannya Ketut Sudikerta serta I Wayan Koster dan pasangannya Cokorda Artha Ardhana Sukawati. Pasangan tersebut telah resmi mendaftarkan diri di KPUD Bali untuk memperebutkan posisi tertinggi di Pulau Dewata ini dan akan memimpin warga Bali hingga periode 5 tahun ke depan.


Namun baru-baru ini KPUD Bali menyatakan bahwa kedua pasangan bakal cagub dan cawagub Bali ini masih belum melengkapi persyaratan administrasi yang telah diberikan oleh panitia penyelengara pemilu. KPUD Bali meminta agar kedua tim pasangan balon ini untuk segera melengkapi berkas yang belum dilengkapi hingga paling lambat pukul 24.00 hari Sabtu (20/01/2018).

Jika sampai batas waktu yang telah dtentukan .dan pasangan balon tidak segera melengkapi persyaratan maka pasangan tersebut akan ditolak (keterangan Ketua KPUD Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi) pada Kamis (18/01/2018).

Sedangkan persyaratan lain,surat keterangan dari pengadilan yang menyatakan bahwa calon tidak pernah berurusan dengan pidana ancaman hukuman 5 tahun milik masangan Koster-Cok Ace harus diperbaiki. Dan laporan harta kekayaan dari balon yang telah dilaporkan belum di verifikasi oleh pihak KPK.

Pada Pasangan Mantra-Sudikerta juga belum menunjukkan adanya surat jaminan cuti selama masa kampanye dan surat keterangan kepolisian atau SKCK yang telah kadaluarsa. Pasangan Mantra-Sudikerta belum juga melengkapi bukti tanda terima tidak memiliki tunggakan pajak dan adanya ketidaksesuaian nama pada ijazah dengan KTP-el.

Persaingan Ketat Balon Cagub Cawagub Termasuk Hasil Quick Count Pilgub Bali 2018

Kedua pasangan ini diprediksi akan melakukan persaingan pemilihan gubernur di Provinsi Bali dengan sangat ketat, pasalnya kedua pasangan yang telah mendaftar di KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) Bali ini mendapat porsi dukungan yang relatif sama dari koalisi partai pengusung. Sekertaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Bali bapak I Nyoman Sugawa Kori menyatakan bahwa ia mendukung Mantra-Kerta dengan jumlah dukungan 28 kursi pada tingkat provinsi mengalahkan calon lain. Ia yakin bahwa paslon ini dapat mengalahkan lawan.

Pada data KPUD Bali menyatakan bahwa total kursi DPRD Bali sebanyak 55 kursi, dan kedua paslon Cagub dan Cawagub telah memenuhi batas jumlah minimal 20 kursi di DPRD atau 20% sebagai salah satu syarat untuk maju dalam Pilgub Bali 2018.

Dalam data tersebut Paslon Mentra-Kerta telah mengantongi 28 kursi yang terdiri dari Partai Golkar dengan kedudukan 11 kursi, parta Gerindra 7 Kursi, Demokrat 8 kursi dan juga Nasdem 2 kursi. Paket tersebut telah memenuhi 60 persen suara dari 9 kabupaten dan Kota di Provinsi Bali.

Sedangkan Koster-Cok Ace telah mengantongi 27 kursi yang terdiri dari PAN 1 kursi, PDIP 24 kursi, dan juga PKPI 1 kursi. Paket ini telah memenuhi 10 persen lebih besar dari paslon satunya yakni 70 persen suara dari seluruh daerah Bali pada Pencoblosan 27 Juni mendatang.

Dewa Wiarsa Raka Sandi, Ketua KPUD Bali menyatakan bahwa pengesahan dari paslon di KPU akan dilaksanakan pada 12 Februari 2018 ini. namun kedua paslon ini masih harus melewati beberapa tahapan mulai dari pengujian administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga perbaikan dokumen-dokumen bagi yang merasa belum memenuhi syarat.

Setelah keduanya telah sah dinyatakan sebagai calon, maka mereka akan melanjutkan ke tahap selanjutnya yakni pengundian nomor urut di tangga 13 Februari 2018. Kampanye Pilgub ini akan digelar pada 15 Februari 2018 hingga 23 Juni 2018. Pemilihan Gubernur Bali 2018 ini akan menjadi sebuah ajang pembuktian dari sejarah bagi kedua paslon dan juga PDIP sebagai partai dengan sebuah basis pengikut terbesar di Provinsi Bali. PDIP, Koster, dan Rai Mantra memiliki alasan masing-masing mengapa mereka harus memenangkan pesta demokrasi ini, baik itu personal maupun emosional.

Baik Rai Mantra maupun Koster sebelumnya telah sama-sama bersaing dalam mendapatkan restu dari Ibu Megawati Soekarno Putri, dan pada akhirnya PDIP telah memilih Koster untuk siap berlaga pada Pilgub Bali 2018. Namun, meskipun Rai Mantra tidak diusung oleh PDIP, ia tetap maju dengan mendapatkan dukungan dari gabungan KRB Koalisi Rakyat Bali dan disandingkan dengan pasangannya Sudikerta. Kedua paslon ini memiliki suara dari PDIP Bali yang berpotensi pecah, karena keduanya memiliki karakter yang sama kuat.

Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi atau sering disapa Cok Rat dan Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga memiliki pendapat yang berbeda, kedua merupakan Kader PDIP yang juga pasangan kaka beradik keluarga Putri Satria. Cok Rat memberikan dukungannya pada Rai Mantra sedangkan Ngurah Puspayoga yang juga merupakan Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengan ini memberikan dukungannya untuk Koster.

I Wayan Koster atau sering disapa Koster ini memiliki latar belakang seorang legislator senior PDIP. Sosok Koster telah akrab di Senayan sejak tahun 299 lalu, Wayan Koster telah menjadi Anggota DPR dan telah bertugas di Komisi X. Komisi X DPR memiliki beberapa bidang yakni bidang kebudayaan, pendidikan, pariwisata, pemuda dan olahraga dan juga ekonomi kreatif.

Konsolidasi Kekuatan Kader Berdasarkan Hasil Quick Count Pilgub Bali 2018

Pada Hari Minggu (4/22018), Ketua DPD Golkar Bali I Ketut Sudikerta telah membuka acara ToT (Training of Trainers) dan juga Badan Pengamanan Suara (BPS) Partai Golkar di Denpasar Provinsi Bali. Acara ini berlangsunng di Hotel Aston Denpasar, diikuti oleh 400 kader untuk melakukan konsolidasi kekuatan partai Golkar jelang Pigub Bali mendatang. Acara ini juga dihadiri oleh pimpinan Partai yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bali (KRB) yakni partai NasDem, Gerindra, Demokrat,PBB, PSI dan juga Partai Berkarya yang akan mengusung pasangan calon Mantra-Kerta.

Pada kesempatan tersebut, ketua DPD Golkar Bali I Ketut Sudikerta yang juga merupakan calon Wakil Gubernur dari pasangan Mantra-Kerta menyatakan nilai penting dalam suatu demokrasi. “demokrasi sangatlah penting dan harus dilaksanakan secara jujur, santun dan juga bermartabat. “marilah kita mensukseskan pilkada ini dengan memberikan hak-hak pada masyarakat untuk menentukan pilihan nuraninya” ucap ketu DPD Golkar I ketut Sudikerta.

Dalam acara konsolidasi tersebut, Sudikerta mengomentari penggunaan uang APBD oleh beberapa pihak untuk kepentingan politik pada golongan tertentu yang dinilai menyalahi aturan oleh Sudikerta. Karena uang APBD merupakan uang milik seluruh rakya, bukan hanya dari kelompok tertentu saja. Maka dari itu, Sudikerta meminta aparat terkait dan juga tim advokasi Golkar untuk mengambil tindakan terhadap kejadian ini.

Dan juga terhadap para kadernya, Ia juga meminta agar mereka melakukan yang terbaik untuk dapat memenangkan Mantra-Kerta di desanya masing-masing. Beliau meminta pada seluruh jajaran yang ada di Provinsi Bali untuk bertarung secara profesional, sportif dalam pilkada tahun ini agar mendapatkan pemimpin yang dicintai oleh rakyat Bali.

Pilihan Gubernur 2018 ini tidak hanya dilakukan di provinsi Bali namun juga ada Pilihan Gubernur Sulawesi Tenggara 2018 yang telah bersiap untuk melakukan kompetisi ini.

Tahun 2018 ini pilkada serentak yang dilaksanakan di Indonesia, termasuk Pilgub Bali 2018. Berikut ini adalah profil lengkap calon gubernur dan wakilnya yang maju dalam Pilgub Bali !

Pada Pilgub Bali 2018, sudah ada dua pasangan yang resmi mendaftar sebagai cagub pada KPUD (Kantor pemilihan Umum Daerah) Bali. Mereka adalah I Wayan Koster – Cokorda Artha Sukawati (Koster –Cok) dan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra – Ketut Sudikerta (Mantra –Kerta).

Profil Paslon Gubernur pada Pilgub Bali 2018

1. I Wayan Koster – Cokorda Artha Sukawati
Pasangan cagub I Wayan Koster – Cokorda Artha Sukawati yang maju pada Pilgub Bali 2018 mengantongi dukungan dari 27 kursi di DPRD Bali. Partai politik yang mengusung pasangan ini adalah PDI Perjuangan dengan 24 kursi, Hanura, PAN, dan PKPI masing-masing dengan 1 kursi di DPRD.

I Wayan Koster yang akrab dengan panggilan Koster adalah legislator senior dari PDI Perjuangan. Beliau pernah menjadi anggota DPR Komisi X bidang pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga sejak 2009 silam. Sebelumnya, Koster adalah peneliti di Badan penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) dari tahun 1988 hingga 1994. Selain itu, beliau juga pernah aktif menjadi dosen di universitas negeri dan swasta tahun 1994-2004. Koster juga menjabat sebagai Sekretaris jenderal DPP Prajaniti Hindu Indonesia dan Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Indonesia.

Calon wakil gubernur yang menemani I Wayan Koster pada Pilgub Bali 2018 adalah Cokorda Artha Sukawati. Pria yang akrab dengan sebutan Cok Ace adalah dosen di Universitas Udayana. Beliau merupakan lulusan S1 arsitektur, S2 Kajian Budaya, dan S3 Doktor Kajian Budaya di universitas tersebut. Beliau pernah menjabat sebagai Bupati Gianyar tahun 2008-2013. Cawagub ini juga aktif sebagai pelakon seni dan praktisi pariwisata. Cokorda terpilih menjadi Ketua Persatuan Hotel dan restoran Indonesia (PHRI) Bali selama 2 periode.

2. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra – Ketut Sudikerta

Mantra – Kerta yang maju pada Pilgub Bali 2018, diusung oleh koalisi empat partai, yaitu Partai Golkar dengan 11 kursi di DPRD, democrat 8 kursi, gerindra 7 kursi dan NasDem 2 kursi. Total jumlah dukungan kursi di DPRD Bali untuk pasangan Mantra – Kerta adalah 28 kursi. Pasangan ini menargetkan dirinya untuk menang dengan embidik 60% suara dari 9 kota dan kabupaten di Bali.

Mantra atau Ida Bagus rai Dharmawijaya Mantra adalah Wali Kota Denpasar pada 24 Oktober 2008 menggantikan Anak Agung Gede Ngyrah Puspayoga yang menjadi wagub Bali. Kemudian beliau terpilih menjadi Wali Kota Denpasar dua periode (2010-2015 dan 2016-2021) pada Pilkada Denpasar. Berkat kepemimpinan dan popularitasnya, beliau maju di Pilgub Bali 2018. Ayahnya, Ida Bagus Mantra, juga pernah menjabat sebagai gubernur Bali periode 1978-1988. Tingkat kesukaan masyarakat Bali terhadap Mantra mencapai angka di atas 50%, hal inilah yang menjadi modal Mantra untuk memenangkan Pilkada Bali 2018.

Ketut Sudikerta adalah cawagub yang akan mendampingi Mantra pada Pilgub Bali. Beliau adalah kader Partai Golkar yang sedang menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali saat ini. Beliau tidak maju menjadi Cagub Bali pada Pilkada tahun ini karena, Partai Golkar hanya merekomendasikannya mendampingi Mantra pada pilkada nanti. Pada tahun 2005-2010 dan 2010-2015 beliau pernah menjabat sebagai wakil Bupati Badung.

Berapakah perolehan Hasil Quick Count Pilgub Bali 2018? cek update terbarunya.

Profil keempat pendaftar respi Pilgub Bali 2018 tersebut memanglah udah lalu lalang di dunia politik dan memiliki rekam jejak kepemimpinan yang epik. Siapapun yang akan memimpin Pulau Dewata lima tahun ke depan, diharapkan mampu membawa Provinsi Bali menjadi lebih baik dengan pariwisata dan budayanya.



Description
: Hasil Quick Count Pilgub Bali 2018
Rating
: 4.5
Reviewer
: Windari Sanjaya
ItemReviewed
: Hasil Quick Count Pilgub Bali 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar