Hasil Quick Count Pilgub NTB Nusa Tenggara Barat 2018  ~ Jangan Lewatkan Kesempatan Gunakan Hak Pilih Dalam Pilgub Nusa Tenggara Barat 2018 ~ Sedang cari-cari bahan berita terbaru tentang pilgub Nusa Tenggara Barat 2018? Ketahui nomor urut pasangan pilgub yang baru ditetapkan berikut ini.



Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada serentak akan diadakan dalam waktu yang tidak lama lagi. Beberapa daerah yang akan mengikuti Pilkada ini adalah Bali, NTB, NTT, Jawa Tengah dan daerah lainnya. Anda warga NTB dan belum mengetahui siapa saja calon yang ada dan siap untuk dipilih pada saat pilgub Nusa Tenggara Barat 2018? Ketahui calon pasangan yang ada serta kapan waktu Pilkada akan dilakukan dengan membaca informasi ini.

4 Pasangan Calon Pilgub Nusa Tenggara Barat 2018
Salah satu daerah yang memiliki calon pasangan terbanyak adalah daerah NTB. Di mana daerah ini memiliki 4 calon pasangan yang siap diplih oleh masyarakat. Siapa sajakah mereka?

1.      Pasangan Ahyar Abduh - Mori Hanafi
Pasangan ini adalah pasangan yang diusung dari partai yang cukup besar, yaitu PPP, PDIP, PBB, Gerindra dan Hanura. Jika partai ini mengusung pasangan Ahyar-Mori, tentunya akan membuat menjadi pasangan yang akan memiliki basis massa. Jika anda sejalan dengan pasangan ini, sebaiknya pilih nomor urut 2 agar mereka bisa menang.

2.      Pasangan Moh Suhali - Muhammad Amin
Sejalan dengan pasangan pertama, pasangan ini pun didukung oleh partai yang memiliki banyak pendukung setia, seperti Golkar, Nasdem dan PKB. Tiga partai ini merupakan partai yang memiliki loyalis yang cukup kuat. Sehingga dapat menjadi saingan yang sepadan untuk 3 pasangan calon lainnya. Untuk anda yang ingin memilih pasangan ini, mencoblos mereka pada nomor urut 1.

3.      Pasangan Zulkieflimansyah – Siti Rohmi Djalilah
Sebagai satu-satunya pasangan yang mendukung perempuan, pasangan ini tidak boleh dipandang sebelah mata oleh pasangan calon lainnya. Partai ini diusung oleh dua partai politik yang cukup terkenal di NTB dan di Indonesia, yaitu partai Demokrat dan PKS. Jadi, jika anda ingin mendukung perempuan sebagai calon kepala daerah dan loyalis dua partai pengusung anda dapat memilih mereka dengan nomor urut 3.

4.      Pasangan Ali Bin Dachlan – Lalu Gede Sakti
Anda suka dengan pasangan yang tidak didukung oleh partai politik karena tidak suka dengan terjadinya politik balas budi? Sebaiknya pilih pasangan ini. Karena pasangan Ali dan Lalu adalah satu-satunya pasangan yang mengajukan diri melalui jalur independen. Jika anda sejalan dengan keadaan serta visi misi mereka, anda dapat memilih mereka dengan nomor urut 4.

Waktu Pelaksanaan Pilgub Nusa Tenggara Barat 2018
Anda belum mengetahui kapan waktu pelaksanaan pilgub Nusa Tenggara Barat 2018 ? Waktu pelaksanaan Pilkada serentak, termasuk di NTB akan diadakan pada tanggal 27 Juni 2018. Untuk TPS biasanya akan dibuka mulai pukul 08.00 atau 09.00-12.00. Jadi, jika anda sudah memiliki usia yang cukup dan memiliki hak pilih sebagai warga NTB, sebaiknya sempatkan waktu untuk melakukan pencoblosan pasangan yang akan dipilih.

Waktu Kampanye Pilgub NTB 2018
Bagi anda yang ingin mengetahui serangkaian visi misi atau program kerja apa saja yang akan dilakukan oleh masing-masing pasangan calon, sebaiknya mengikuti kampanye masing-masing calon. Waktu kampanye yang diberikan oleh KPU NTB adalah tanggal 15 Februari sampai 23 Juni 2018. Jadi, manfaatkanlah waktu ini untuk mengamati calon pasangan mana yang akan anda pilih.

Bagi anda yang akan mengikuti Pilkada serentak, sebaiknya lakukan pemilihan pasangan calon yang sesuai dengan hati anda. Jangan karena salah satu pasangan pada pilgub Nusa Tenggara Barat 2018 memberikan uang ataupun barang-barang untuk anda. Dan untuk pasangan calon, marilah mulai menjalankan politik bersih tanpa money politic!

Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Barat 2018
Hasil Quick Count Pilgub NTB Nusa Tenggara Barat 2018 

Tanggal 8 Januari merupakan awal pembukaan pendaftaran bagi bakal calon kepala daerah, mulai dari Pilgub dan Pilbup, serta pemilihan walikota. Khusus tingkat provinsi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB sudah mempersiapkan berbagai penyambutan bagi pasangan calon Gubernur dan calon wakil Gubernur NTB yang sudah melakukan konfirmasi akan mendaftarkan diri. Sekretaris KPU NTB, Mars Ansori Wijaya mengaku telah mendapat konfirmasi tertulis pasangan bakal calon Ali Bin Dahlan dan Gede Sakti Amir Murni (Ali-Sakti) akan mendaftar pertama.

Pasangan ini datang membawa dokumen persyaratan pendaftaran pada pukul 11.00 WITA melalui jalur perseorangan. Berlanjut pada pukul 14.00 WITA, pasangan Sahaili Fadhil Thohir dan Muhammad Amin yang diusung Partai Golongan Karya (Golkar), Nasdem dan PKB juga telah mendaftar sebagai cagub dan cawagub NTB.

Mars Ansori Wijaya juga mengaku bahwa tim KPU menerima kedatangan bakal calon yang akan mendaftar sesuai dengan ketentuan. Ia memaparkan bahwa pendaftaran didasari atas pengumuman dengan nomor : 1034/PL.03.2-Pu/52/KPU/XII/2017 tentang pendaftaran pasangan calon Gubernur dan calon wakil Gubernur NTB. Dimana hal ini dilakukan dalam rangka melaksanakan ketentuan pasal 38 peraturan KPU nomor 3 tahun 2017 yang telah diubah menjadi PerKPU nomor 15 tahun 2017 tentang pencalonan Gubernur dan wakil Gubernur, Bupati wakil Bupati, Walikota calon wakil Walikota.

Bagi calon perseorangan, syarat dukungan dilakukan sekurang-kurangnya 303.331 orang pendukung yang tersebar setidaknya di enam kabupaten/kota dari 10 Kabupaten/Kota di NTB. Sedangkan bagi pasangan calon yang menggunakan partai politik harus sesuai keputusan KPU NTB nomor 99/HK.03. 1-Kpt/52/Prov/IX/2017 tentang persyaratan jumlah kursi dan suara sah paling sedikit bagi calon yang diusulkan.

Sekretaris KPU NTB  tersebut juga menambahkan bahwa bagi jalur partai, harus memperoleh sebanyak 13 kursi dari 65 kursi anggota DPRD NTB yang ada di Provinsi. Selanjutnya, memperoleh sekurang-kurangnya 633.384 suara sah pada Pemilu DPRD NTB tahun 2014. Ia menjelaskan lagi bahwa ketentuan bagi perseorangan dan partai politik harus menyerahkan dokumen persyaratan sesuai keputusan KPU NTB nomor 99/HK.03. 1-Kpt/52/Prov/IX/2017. Kemudian pendaftaran tim kampanye serta dokumen persyaratan harus rangkap asli dan salinan.

Ali Bin Dahlan dan Gede Sakti Amir Murni (ALI-Sakti ) telah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) NTB sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB melalui jalur independen.

Calon gubernur dan wakil gubernur ini merupakan pasangan pertama yang telah mendaftar. Pada hari Senin, 8 Januari 2018, Ketua KPUD NTB Lalu Askar Ansori mengucap syukur atas diterimanya pendaftaran Ali-Sakti sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dari jalur independen yang telah disimpulkan oleh KPUD. Namun, Beliau juga mengatakan bahwa masih ada kewajiban untuk menyerahkan persyaratan yang belum dipenuhi.

Aksari menyebutkan bahwa persyaratan yang masih belum dipenuhi oleh pasangan Ali-Sakti meliputi pengumpulan berkas penambahan guna melengkapi persyaratan. Berkas penambahan yang dimaksud yaitu 101.026 lembar KTP (Kartu Tanda Penduduk) para pendukungnya. Kekurangan penyerahan berkas tersebut harus dikumpulkan pada tanggal 18 Januari sesuai dengan peraturan KPU setempat.

Di samping itu, calon gubernur Ali Bis Dahlan mengatakan bahwa pasangan Ali-Sakti optimis untuk memenangkan pertarungan dan juga bersaing dengan para pasangan cagub lainnya meskipun independen. Tentu saja sifat tersebut berlaku pada ajang kontestasi Pilkada NTB yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018.

Pria yang saat ini menjabat sebagai Bupati Lombok Timur tersebut memiliki keyakinan kuat akan memenangkan Pilkada 2018. Hal tersebut terbukti dengan terpilihnya dia sebagai Bupati Lombok Timur yang juga melalui jalur independen yang telah dilaksanakan pada pilkada tahun 2013 lalu, tanpa adanya partai yang mendukung walaupun itu hanya satu saja. Dia mengatakan bahwa dia menjadi Bupati melalui jalur independen dan akan menjadi Gubernur NTB melalui jalur independen juga. Menurutnya, hanya melalui dukungan rakyatlah dia bias menang, tanpa adanya partai-partai yang ada di belakangnya. Ali Bin Dahlan merupakan Bupati Lombok Timur sejak tahun 2013 yang lalu hingga sekarang. Ia terpilih sebagai bupati melalui jalur independen, sedangkan calon wakilnya yang bernama Lalu Gede Sakti adalah seorang Rektor di Universitas Nahdatul Wathan di Mataram.

Hasil Quick Count Pilgub NTB Nusa Tenggara Barat 2018 

Pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB lain juga telah diterima oleh KPUD NTB yaitu Sahaili Fadhil Thohir dan Muhammad Amin. Pasangan cagub dan cawagub ini datang menuju ke Kantor KPUD bersama dengan tim penghubung dan tim pengusung.

Lalu Aksar Anshori yang menjabat sebagai Ketua KPUD NTB pada hari senin, tanggal 8 Januari 2018 mengatakan bahwa KPUD NTB telah menerima berkas dan dokumen pendaftaran pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur NTB, Suhaili dan Muhammad Amin. Pasangan tersebut didukung dengan adanya tiga partai, diantaranya adalah Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Nasional democrat (Nasdem) dengan total kursi yang diperoleh sebanyak 19 buah.

Suhaili dan Amin setelah selesai mendaftar sebagai cagub dan cawagub NTB 2018 merasa siap bertarung dalam ajang Pilgub NTB pada bulan Juni 2018. Keduanya merasa optimis untuk memenangkan pertarungan dan bersaing dengan calon lainnya.

Suhaili mengatakan bahwa dengan bekal ikhtiar, pasangan cagub dan cawagub Suhaili-Amin Insyaallah akan memenangkan Pilkada NTB 2018 dan memimpin NTB menuju masa depan yang lebih baik. Keduanya mendapatkan total kursi sebanyak 19. Suhaili Fadhil Thohir kini menjabat sebagai Bupati Kabupaten Lombok Tengah yang juga merangkap sebagai Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar). Sedangkan Muhammad Amin menjabat sebagai wakil Gubernur NTB serta Ketua DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur lain yang juga telah mendaftar ke KPU adalah Ahyar Abduh dan Mori Hanafi. Kedua pasangan cagub dan cawagub tersebut mengambil waktu pendaftaran di hari terakhir, yaitu tanggal 10 Januari 2018. Kandidat bakal calon wakil Gubernur, Mori Hanafi ketika dikofirmasi usai menerima Surat Keputusan dukungan dari Partai Amanat Nasional (PAN) telah memutuskan akan mendaftar ke KPU di hari terakhir. Hari terakhir pendaftaran tepat pada tanggal 10 januari 2018. Alasan pasangan ini mengambil hari terakhir pendaftaran karena masih menunggu keputusan partai yang belum memutuskan arah dukungannya. Meskipun diusung oleh koalisi gemuk, yakni Partai Gerindra, PPP, PDI-P dan PAN, pasangan Ahyar-Mori masih berharap tambahan dukungan partai dari partai-partai yang masih belum jelas arahnya, yaitu Partai Hanura dan PBB. Total kurasi yang didapat sebanyak 32 kursi.

Pasangan cagub dan cawagub yang menyusul mendaftar di kesempatan terakhir adalah pasangan Zulkieflimansyah dan Siti Rohmi Jalilah yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI. Pasangan ini diusung oleh partai politik Demokrat sebanyak 8 kursi dan PKS sebanyak 6 kursi, sehingga totalnya sebanyak 14 kursi. Pendaftaran kedua calon tersebut awalnya masih belum jelas karena konfirmasinya masuk pada masa-masa akhir pendaftaran dan menunggu berkas yang masih belum terpenuhi.





Proses menunggu data perhitungan suara yang masuk, silahkan kembali sesaat lagi.


Description
: Hasil Quick Count Pilgub NTB Nusa Tenggara Barat 2018
Rating
: 4.5
Reviewer
: Windari Sanjaya
ItemReviewed
: Hasil Quick Count Pilgub NTB Nusa Tenggara Barat 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar