Hasil Quick Count Pilgub Kalbar 2018

Pilgub Kalbar 2018Hasil Quick Count Pilgub Kalbar 2018 | Pilgub Kalimantan Barat 2018 menjadi salah satu pesta demokrasi yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kalimantan Barat. Hal ini juga berarti akan menentukan mau di bawa kemana Kalbar ke depannya.

Kapan Tanggal Pilgub Kalbar 2018 Pencoblosan dan Hasil Quick Count?

Pada tanggal 9 September 2017, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kapuas Hulu yaitu Ahmad Yani menyampaikan tahapan dan jadwal Pemilihan Gubernur Kalimantan Barat 2018 yang akan datang.



Berikut adalah jadwal Pelimihan Gubernur Kalimantan Barat 2018.

  1. 12 Oktober – 11 November 2017 pembentukan PPK dan PPS,
  2. 30 Desember – 19 Januari 2018 pemutahiran data dan daftar pemilih,
  3. 8 – 10 Januari 2018 pendaftaran pasangan calon,
  4. 12 Februari 2018 penetapan pasangan calon,
  5. 15 Februari – 23 Juni 2018 masa kampanye pasangan calon,
  6. 24 – 26 Juni 2018 masa tenang,
  7. 27 Juni 2018 pemungutan dan perhitungan suara termasuk hasil quick count pilgub Kalbar 2018 mulai pukul 12.00 waktu setempat.


Selain jadwal diatas, Ahmad Yani juga mengatakan bahwa pada tanggal 4 – 6 Juli 2018 akan dilaksanakan rekap perhitungan suara di kabupaten kota. Penetapan calon terpilih tanpa perselisihan hasil perhitungan paling lama 3 hari setelah penetapan.

Selain Ahmad Yani, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Umi Rifdiyawati pada tanggal 21 November 2017 menambahkan bahwa pada tanggal 22 – 26 November 2017 adalah penyerahakan Dokumen Dukungan Baka Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat 2018 melalui jalur perseorangan.

Peta Politik Pilgub Kalimantan Barat 2018

Pilgub Kalimantan Barat 2018 dinilai akan semakin memanas dan ramai. Betapa tidak calon-calon yang diusung oleh masing-masing partai memiliki kelebihan dan prestasinya masing-masing. Hal ini tentunya sangat diharapkan bagi masyarakat Kalimantan Barat agar bisa menjadi lebih baik.

Banyak pakar yang menganalisis seberapa kuat bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang diprediksi bisa memenangkan Pilgub Kalimantan Barat 2018 ini. Tidak hanya itu bisa dipastikan persaingan dalam Pilgub ini akan menghadirkan bakal calon yang memiliki kelebihannya masing-masing. Kali ini kami akan membahas tentang profil para kandidat tersebut. Berikut penjelasannya.

Untuk saat ini pemilihan Gubernur Kalimantan Barat diduduki oleh tiga pasangan yang telah memiliki banyak pengalaman di dunia politik Kalimantan Barat. Selain berpengalaman, tiga pasangan tersebut juga sudah tidak asing di dunia pemerintahan Kalimantan Barat.

Daftar Nama Pasangan Calon Gubernur Kalbar 2018

Sampai saat ini sudah 3 pasangan calon gubernur Kalimantan Barat yang telah terdaftar dan diterima oleh KPU Kalbar. Berikut adalah daftar tiga pasangan bakal calon yang telah dinyatakan diterima pendaftarannya oleh KPU Kalimantan Barat.

1. Pasangan Sutarmidji dan Ria Norsan

Sutarmidji merupakan Walikota Pontianak selama dua periode berturut-turut yakni 2008-2013 dan 2013-2018. Tak kalah dengan pasangannya, Ria Norsan juga memiliki prestasi lumayan. Ia adalah Bupati Mempawah yang menjabat selama dua periode juga yakni periode 2009-2013 dan 2013-2018. Pasangan ini menjadi calon kuat dalam Pilgub Kalimantan Barat 2018 karena didukung oleh partai besar seperti Golkar, PKB, PKS, Nasdem, Hanura dan PPP.

Pasangan Sutarmidji dan Ria Norsan dinyatakan sah sebagai calon gubernur dan wakil gubernur setelah menyerahkan berkas pendaftaran pada tanggal 8Januari 2018. Berkas tersebut diserahkan pada KPU Provinsi Kalimantan Barat di Jalan Subarkah, Pontianak, Kalimantan Barat. Dan pendaftaran pasangan Sutarmidji dan Ria Norsan dinyatakan lengkap.

Sutarmidji pernah menjabat sebagai Walikota Pontianak selama dua periode yaitu pada periode 2008 – 2013 dan periode 2013-2018. Sedangkan pasangannya yaitu Ria Norsan pernah menjabat sebagai Bupati Mempawah selama dua periode yaitu pada periode 2009 – 2013 dan periode 2013 – 2018. Pasangan tersebut semakin kuat dengan dukungan dari beberapa partai seperti Golkar, PPP, PKB, Nasdem dan Hanura.



Sutarmidji menghadiri Pelantikan Akbar 1000 Pengurus POM dan Organisasi Sayap Persatuan Orang Melayu

Selain itu pada tanggal 26 Januari 2018 Sutarmidji menghadiri Pelantikan Akbar 1000 Pengurus POM dan Organisasi Sayap Persatuan Orang Melayu. Kedatangan Sutarmidji pun disambut hangat oleh ribuan warga yang hadir di Rumah Adat Melayu Potianak. Tak hanya itu, kedatanga Sutarmidji pun disambut dengan Tarian Sekapur Sirih yang merupakan tarian selamat datang. Pada acara tersebut Sutarmidji memberikan sambutan dan mengatakan bahwasannya etnis Melayu menerima perbedaan. Ucapan tersebut diiringi dengan tepuk tangan semua warga yang hadir.

Sutarmidji menghimbau etnis Melayu untuk bersama – sama meningkatkan pendidikan di Kalimantan Barat. Tak hanya itu saja, Sutarmidji juga menyampaikan menjelang Pilkada Serentak 2018 meminta kepada semua etnis Melayu untuk berpartisipasi dalam Pilkada dan menyenggelarkan kampanye yang sehat. Ketua Umum POM yaitu Agus Setiadi menyambut pesan baik yang telah disampaikan oleh Sutardji.

2. Pasangan Milton Crosby dan Boyman Harun

Masyarakat Sintang pasti tidak asing lagi dengan Milton Crosby ia merupakan tokoh masyarakat sekaligus Bupati Sintang yang menjabat selama dua periode yakni 2005-2010 dan 2010-2015. Ia juga menjadi tokoh yang memperjuangkan pembentukan Provinsi Kapuas Raya. Kemudian Boyman Harun, kini menjabat sebagai ketua DPW PAN Kalbar dan  pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Ketapang periode 2010-2015. Pasangan ini memiliki dukungan dari Partai Gerindra dan PAN pada Pilgub Kalimantan Barat 2018.



Siapakah Cagub Milton Crosby dan Cawabug Boyman Harun Pilgub Kalbar 2018?

Milton adalah tokoh Kalimantan Barat yang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Sintang. Milton pernah menjabat sebagai Bupati Sintang selama dua periode yaitu pada periode 2005 -2010 dan periode 2010 – 2015. Selain itu Milton Crosby merupakan salah satu tokoh yang memiliki tekad untuk memperjuangankan terbentuknya provinsi Kapuas Raya.

Pasangan Milton yaitu Boyman Harun pernah menjabat sebagai ketua DPW PAN Kalimantan Barat. Selain itu Boyman Harun juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Ketapang pada periode 2010 – 2015. Pasangan Milton Crosby dan Boyman Harun didukung oleh Partai Gerindra dan PAN pada pilgub Kalimantan Barat 2018.

Milton-Boyman Menjadi Pasangan Populer Pilgub Kalbar

IDM atau yang biasa dikenal dengan Indonesia Development Monitoring menyenggelarakan survei setelah pendaftaran Cagub dan Cawagub Kalimantan Barat. survei tersebut bertujuan untuk mengetahui sosok yang diinginkan oleh masyarakat. Dari survei yang telah dilaksanakan, pasangan Milton-Boyman menduduki peringkat teratas dan dianggap sebagai orang yang paling dekat dengan masyarakat Kalimantan Barat.

Hal tersebut disimpulkan berdasarkan hasil yang telah didapatkan. Sebanyak 94.7% responden suka dan kenal dengan Milton Crosby – Boyman Harum. Sebanyak 61.7% untuk pasangan Karolin Margret Natasa – Suryadman Gidot. Dan yang terakhir sebanyak 64.4% untuk pasangan Sutarmidji – Ria Noorsan. Sedangkan berdasarkan akseptabilitas, pasangan Milton Crosby – Boyman Harum merupakan pasangan yang paling diterima oleh masyarakat dengan capaian sebesat 93.7%. Kedua adalah pasangan Sutarmidji- Ria Noorsan sebesar 67.7%. Dan yang terakhir Karolin Margret Natasa – Suryadman Gidot sebesat 63.3%.

Berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh IDM dari berbagai aspek lainnya didapatkan hasil bahwa pasangan Milton – Boyman selalu menduduki nomer satu.

3. Pasangan Karolin Margaret Natasa dan Suryadman Gidot.

Karolin yang saat ini menjabat sebagai Bupati Landak 2017-2022. Ia berhasil melakukan reformasi birokrasi dan mewujudkan pelayanan publik yang terukur dan responsif. Ia juga masih tercatat sebagai anggota Komisi IX DPR RI Periode 2009-2014 dan 2014-2019. Kemudian pasangannya sendiri Suryadman Gidot pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Bengkayang pada tahun 1999, kemudian tahun 2005 menjadi Wakil Bupati Bengkayang pada tahun 2005, dan kini menjadi Bupati Bengkayang selama dua periode. Juga didukung oleh partai besar seperti PDI Perjuangan, Demokrat, dan PKPI.



Karir Politik Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot

Pasangan Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot telah memiliki karir politik yang tidak perlu diragukan lagi. Karolin Margret Natasa saat ini menjabat sebagai Bupati Landak periode 2017 – 2022. Sebelum itu Karolin juga tercatat seagai anggota Komisi IX DPR RI periode 2009 – 2014 dan periode 2014 – 2019.

Sendangkan Suryadman Gidot tercatat sebagai Bupati Bengkayang selama dua periode yaitu pada periode 2010 – 2015 dan periode 2016 – 2021. Pasangan Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot didukung oleh beberapa partai besar di Kalimantan Barat diantaranya yaitu PDI Perjuangan, PKPI dan Demokrat. Partai – partai tersebut berkomitmen untuk memenangkan pasangan Karolin-Gidot pada Pilgub Kalimantan Barat 2018.

Deklarasi Pasangan Karolin – Gidot Pilgub Kalbar 2018

Pada tanggal 10 Januari 2018 diadakan deklarasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 5000 massa. Pasangan Karolin – Gidot mengenakan pakaian adat Dayak lengkap dengan aksesoris dan atribuntnya.

Hadir para pimpinan Partai seperti Ketua DPD PDI Perujangan Cornelis, Ketua Tum Sukses, Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat dan para Bupati yang diusung oleh ketiga partai tersebut. Ketika pasangan Karolin – Gidot memasuki pelataran Rumah Radang, mereka disuguhkan dengan tarian Barongsai dan tarian – tarian lainnya yang berasal dari Suku Dayak, Madura, Melayu dan Jawa.

Karolin Margret Natasa melakukan orasi yang cukup membuat semua orang terhipnotis. Selain orasi, deklarasi tersebut juga diisi dengan hiburan dan berbagai seni budaya yang beragam tetapi dapat berdampingan. Setelah melakukan orasi pasangan Karolin - Gidot melakukan pendaftaran di KPU dan ditemani oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat dan istrinya, Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Walikota Singkawang, Tjai Tju Mi, Wabub Landak Herculanus Heriadi serta Ketua DPD Partai Perindo.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Barat, Umi Rifdyawati mengatakan bahwa berkas pasangan Karolin-Gidot lengkap dan tidak ada masalah. Pasangan Cagub dan Cawagub tersebut didukung oleh 3 partai dengan 27 suara di DPRD, PDI Perjuangan 15 kursi, Partai Demokrat 9 kursi dan PKPI 3 kursi.

Demikianlah mengenai Pilgub Kalimantan Barat 2018 beserta dengan tiga calon Cagub dan Cawagub. Jika anda ingin tahu pilgub 2018 di provinsi lainnya? silahkan cek Quick Count Pilgub 2018.

Dari data ini saja kita bisa melihat betapa potensi dan prestasi bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur dalam pesta demokrasi Pilgub Kalimantan Barat 2018. Yang tentu saja memiliki kelayakan dan kredibilitas mumpuni untuk memimpin Kalbar menjadi lebih baik.

Tentu saja banyak survei pro dan kontra terkait siapa yang layak menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur selanjutnya dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Namun semua pilihan kembali kepada warga dan masyarakat Kalimantan Barat itu sendiri.
Description
: Hasil Quick Count Pilgub Kalbar 2018
Rating
: 4.5
Reviewer
: Windari Sanjaya
ItemReviewed
: Hasil Quick Count Pilgub Kalbar 2018